Kristenisasi Gagal di Negeri Sendiri
Usaha-usaha para missionaris Kristen untuk memurtdkan umat Islam di seluruh dunia bukanlah hal baru, sebagaimana firman Alloh SWT pada QS. Al Baqoroh ayat 120 :
“Orang-orang yahudi dan nasrhani tidak akan senang kepadamu sebelum kamu mengikuti agama mereka ….”
Kristenisasi diakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan penjajahan. Pemerintah Belanda yg menjajah Indonesia selama 350 tahun, datang bersama missi untuk mengkristenkan umat Islam. Pada saat inipun penjajah amerika membawa para missionarist untuk mengkristenkan umat Islam di Irak dan Afghanistan.
Namun bila kita amati perkembangan agama Kristen di dunia barat, pada saat ini justru mereka beramai-ramai meninggalkan agama Kristen. Hal ini terjadi karena hasil penelitian di barat membuktikan bahwa, agama Kristen bukanlah agama yang dibawa dan diajarkan oleh Yesus, melainkan dibawa oleh Paulus dengan memasukkan unsur paganisme dan mitos yunani ke dalam ajaran Kristen (bible) yang tidak rasional dan bertentangan dengan sains dan tehnologi.
Max I. Diamont dalam bukunya The Indestructible Jews, halaman 227, mengatakan : “One must not forget that jesus was never a Christian. According to The New Testament Acts (11 : 26), the world “Christian” was used for the first time in Antioc in 50 AD some twenty years after the death of jesus”
(setiap orang tidak boleh lupa bahwa yesus tidak pernah beragama Kristen. Menurut Perjanjian Baru, kisah Para Rasul 11 : 26, kata Kristen pertama kali digunakan di anthokia pada tahun 50 Masehi sekitar 20 tahun sesudah kematian yesus)
Selanjutnya A. Powell Davis dalam bukunya The Meaning of The Dead Sea Scroll halaman 92 menyatakan “Historically, Christianity is not the religion found by jesus and spread abroad by his disciplies” (menurut sejarah, agama Kristen bukanlah agama yang dibawa oleh yesus dan bukanlah agama yang disebarkan oleh murid-muridnya)
Menurut majalah Newsweek tgl 12 Juli 1992 di halaman 46 dikatakan “Agama Kristen di dunia barat menurun secara drastic termasuk di pusat agama katolik di Italia dan irlandia.”
Menurut data statistic, orang-orang yang menghadiri gereja, sebagai berikut :
Di Perancis : 3 % – 4 % pada tahun 1998
Di Inggris : 1 % pada tahun 1998
Di Jerman Timur : Tahun 1991 : 3,6 % menjadi 2,1 % pada tahun 1998
Di Jerman Barat : Tahun 1991 : 14,7 % menjadi 7 % pada tahun 1998
Di Norwegia : Tahun 1991 : 4,6 % menjadi 4,1 % pada tahun 1998
Di Italia : Tahun 1991 : 41,4 % menjadi 19,4 % pada tahun 1998
Di Irlandia : Tahun 1991 : 65,1 % menjadi 63,1 % pada tahun 1998
Drs. H. Zahir Khan, SH, T.E.F.L
Ketua Umum Lembaga Kristologi Indonesia
Directur Iqbal Academy Indonesia
Mantan Diplomat Indonesia
leave a comment