Injil Kristen bukan firman tuhan
Umat islam meyakini bahwa Allah pernah menurunkan kitab suci kepada nabi Isa as.(Yesus),yang bernama Injil.Akan tetapi, Injil yang dipercaya umat Kristen itu,antara lain Injil Matiius, Markus, Lukas, dan Yohanes bukanlah firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Isa, melainkan catatan kehidupan Yesus yang ditulis oleh orang-orang yang belum pernah bertemu Yesus.
Kitab itu pun sangat dipertanyakan kebenarannya, karena menurut hasil penelitan 72 pakar Alkitab kaliber internasonal yang tergabung dalam “THE JESUS SEMINAR” menyatakan “ Eigthy – two percent of the words ascribed to Yesus in the Gospels were not actually spoken by him (82% kalimat yang katanya diucapkan Yesus di dalam kitab – kitab Injil sebenarnya tidak pernah diucapkan Yesus)”
Nabi Muhammad saw, menyuruh umat islam agar bersikap kritis terhadap apa yang disampaikan oleh ahlu kitab, sebagai sabda beliau “apabila ada ahli kitab yang berkata kepadamu maka janganlah kamu benarkan dan jangan pula kamu dustakan.Katakanlah,’kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami (AL-Qur’an) dan apa yang diturunkan kepada orang-orang sebelum kami dari Tuhan (Rabb) kami.’Apabila yang disampaikan itu haq (benar), janganlah kamu dustakan. Jika bathil janganlah kamu benarkan .” (HR.Abu Dawud).
Standard untuk menguji kitab suci-nya ahlu kitab (Yahudi & Nashrani} adalah Al Qur’anul Karim. Jika ayat-ayat kitab suci ahlu kitab sesuai dengan Al Qur’an, berarti ia benar walaupun tetap saja kita tidak bisa memandangnya sebagai firman Allah. Sebaliknya, bila bertentangan dengan Al Qur’an berarti bathil, dan kita wajib menolak kebatilan tersebut.
PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN AYAT-AYAT
Ketahuilah, umat nashrani merasa bangga dengan dan yakin bahwa kitab sucinya (Bible), terutama Perjanjian Baru, berasal dari Tuhan. Para penulisnya, diyakini, selalu mendapat bimbingan dari Roh Kudus sehingga apa yang ditulisnya itu pasti benar. Ayat-ayatnya tidak akan mengalami penambahan, penyisipan ataupun pengurangan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia. Hal ini karena ada ayat bible yang menjamin kesuciannya, yaitu :
wahyu 22: 18-19
“aku kepada setiap yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini : “jika sesorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Tuhan akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jika seseorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka tuhan akan mengamil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini”
Ada dua poin yang ditekankan pada ayat ini; pertama, orang yang menambah perkataan pada ayat-ayat tuhan, pasti akan mendapat malapetaka; Kedua, orang yang mengurangi perkataan pada ayat-ayat tuhan, niscaya akan diambil dari pohon kehidupan dan dari kta kudus.
Kitab suci yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya ini, ternyata masih memberi peringatan. Akan tetapi, ancaman dan peringatan dalam wahyu 22:18-9 tersebut telah di abaikan dan tidak memiliki kekuatan lagi.
Dengan demikian, para penuli dan penerjemah maupun penerbit AlKitab tidak mau menghiraukan peringatannya. Mereka dengan leluasa menambah dan mengurangi kata-kata atau kalimat pada kitab suci mereka sendiri.
leave a comment