Aqse On Wordpress

MENDIRIKAN KERAJAAN TUHAN

Posted in Kristologi by aqse on Februari 9, 2009

Kumpulan Bukti yang Ketiga –”Menurut…”

Hal yang mengherankan dalam bukti-bukti yang dimiliki orang Kristen (yang ditulis oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) adalah bahwa tak ada satu pun yang bisa dibuktikan keasliannya. Tidak ada satu pun tanda tangan, tanda atau cap jempol dari penulis dalam kitab yang disebut “asli”. Mereka menyombong bahwa mereka memiliki lebih dari 24.000 kitab asli, tetapi tak ada dari dua yang asli itu yang isinya sama satu sama lain. Mengherankan! Lebih aneh lagi, orang Kristen menandai kitab Injil mereka sebagai “Injil menurut Matius”, “Injil menurut Markus”, Injil menurut Lukas”, dan “Injil menurut Yohanes”.

Ketika para penginjil ditanya mengapa kata-kata “me-nurut” ditulis di awal semua Injil, mereka mengatakan bahwa mereka tidak menulis sendiri. Ini hanya anggapan bahwa mereka adalah penulis Injil sekarang ini. Penterjemah dari “Versi Internasional Yang Baru”, secara diam-diam telah menghapus kata ‘menurut’ dari empat Injil mereka dalam terjemahannya yang terakhir. Dari orang-orang yang dianggap penulis Injil, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, diketahui bahwa 50% dari mereka bahkan bukan termasuk dalam 12 murid pilihan Yesus.

Kasus yang Utama

Saya dengan rendah hati berani menegaskan bahwa dokumen-dokumen yang tidak ada pembuktiannya tersebut tidak akan diterima di semua pengadilan di peradaban manapun, hanya dalam tempo 2 menit. Selain itu, Markus, salah seorang yang dinyatakan sebagai saksi mengatakan bahwa di saat Yesus dalam keadaan kritis -

“Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri”. (Injil – Markus 14: 50).

Coba tanya pada teman Anda yang beragama Kristen, “Apakah ’semua (all)’ di sini berarti semua (all) dalam bahasa Anda? Dan dia pasti akan menjawab, “Ya!”, apakah ‘almal’ berarti ‘almal dalam bahasa Afrika? Dan tanpa ragu dia akan menjawab, “Ya!”; Dan apakah ‘bonke’ berarti ‘bonke ‘ dalam bahasa Zulu?” Dan dia akan menjawab, “Ya!”. Ini benar untuk setiap bahasa. Tetapi mengapa ayat dari Injil ini tidak tertulis dalam logat Anda sendiri?

Jadi orang yang disebut ’saksi mata’ di sini tidak benar-benar menjadi saksi mata terhadap kejadian tersebut, kecuali jika Markus tidak mengatakan kebenaran seluruhnya dalam Injil. Padahal dia dianggap mengungkapkan semuanya di bawah sumpah! Anda pasti setuju bahwa kasus seperti di atas pasti akan ditolak di pengadilan manapun di semua peradaban di muka bumi ini. Akan tetapi ajaran yang sudah ada sejak 2000 tahun yang lalu, yang dipercaya dapat menyelamatkan 1.2 milyar umat Kristen ini tidak bisa dihilangkan begitu saja. Hal ini perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu kita bisa saja menyenangkan orang-orang yang dianggap sebagai saksi, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, seolah-olah mereka adalah saksi sejarah.

Dari Mana Kita Akan Mulai?

Tentu saja dari awal! –tepatnya seperti apa yang dikatakan Injil (“Pada awal …” – Kejadian l: 1)– hanya 24 jam sebelum bencana alam “Hujan badai, gerhana matahari gempa bumi, batu terbelah, kuburan-kuburan terbuka dan mayat-mayat yang terbaring bangkit dan berkumpul di jalan menuju ke Yerusalem …” seperti yang digambarkan oleh saksi-saksi Kristen. Suatu skenario yang mahal yang mengalahkan rekor biaya pembuatan sebuah film!

Kita tidak boleh lupa bahwa kaum Yahudi berkaitan juga dengan pembunuhan atas Yesus Kristus dan kita sebagai Muslim terpaksa membela mereka melawan tuduhan umat Kristen, karena keadilan harus ditegakkan. Apapun perbuatan dan perkataan dosa mereka, Allah membebaskan mereka dari tuduhan pembunuhan tersebut. Allah berfirman,

“Mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (Q,S. An-Nisa (4): 157).

Memainkan Kartu ‘Kisah Penyaliban’

Dunia Kristen dengan tidak adil telah menghukum dan membunuh orang Yahudi sejak 2000 tahun lalu dengan tuduhan atas pembunuhan yang tidak mereka (Yahudi) lakukan. Percobaan pembunuh? Mungkin! Tetapi pembunuhan? Tidak! Dengan membebaskan Yahudi dari kejahatan yang tidak mereka lakukan, berarti juga kita membuat penginjil dan penyebar agama Kristen menjadi tidak berdaya. Dalam mengetuk hati dan pikiran manusia, kisah penyaliban adalah satu-satunya kartu yang mereka punya. Biarkan mereka dengan kegilaannya dan Anda akan mendapatkan bahwa dunia Muslim bebas dari usaha dan gangguan kaum misionaris Kristen.

Di Sekitar Meja

Di malam perayaan Paskah, Yesus dan kedua belas muridnya duduk melingkar di sebuah meja besar bersama dengan tuan rumahnya –Murid tercinta– yaitu Yohanes. Yohanes dan Yesus adalah nama yang biasa bagi kaum Yahudi pada tahun 30 Masehi, seperti nama Tom, Dick, John dan Jimmy di abad ke 20 ini. Jadi paling tidak ada 14 orang dan bukan 13 seperti angka sial dalam tahyul Barat.

Perjalanan Menuju Yerusalem

Yesus melakukan perjalanannya yang agung memasuki Yerusalem sebagai pemimpin dari pengikut-pengikutnya dengan semangat dan antusias untuk membangun ‘Kerajaan Tuhan’ setiap saat dengan mengendarai keledai untuk memenuhi tugas kerasulannya (Zakharia 9: 9),

“Katakanlah kepada puteri Sion, lihat, Rajamu datang kepadamu … Mengendarai seekor keledai …. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan … . dan menyebarkan ranting-ranting pohon di jalan … dan orang banyak berseru, “Hosana bagi anak Daud… Hosana di tempat yang Maha Tinggi … ” (Injil – Matius 21: 5-9).

Mari kita lihat Lukas, sang tabib, menambahkan tulisannya untuk menjelaskan gambaran tersebut. ‘

“….karena ia sudah dekat dengan Yerusalem, dan mereka menyangka bahwa kerajaan Allah akan segera kelihatan”. (Injil – Lukas 19: 11).

Kerajaan Surga?

“Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi Rajanya, bawalah mereka kemari, dan bunuhlah mereka di depan mataku.” (Injil – Lukas 19: 27).

“… Diberkatilah dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan”. (Injil – Lukas 19: 38).

Dan Yohanes menambahkan bahwa rombongan yang bersemangat itu berteriak:

“Hosana! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan, raja Israel!” (Injil – Yohanes 12: 13).

“Maka kata orang-orang Farisi … Lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti dia (Yesus)” (Injil – Yohanes 12: 19).

“Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini; Sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan keluar.” (Injil – Yohanes 12: 31).

Siapa yang bisa tahan terhadap janji kemenangan di masa depan yang memabukkan itu? Sedikit menakjubkan bahwa Yesus tergoda secara fisik untuk mengusir orang-orang yang berjualan di halaman kuil. Dia mendorong meja tempat berjual beli tersebut dan memaksa mereka keluar dengan sebuah ‘cambuk tali’- (Yohanes 2: 15).

Serangan yang Gagal

Pembersihan kewenangan kuil itu terjadi dengan cepat, dan menjadi awal pengusiran terhadap orang Romawi untuk mendirikan ‘Kerajaan Tuhan’. Tetapi cita-citanya yang tinggi ini tidak pernah terwujud. Pelaksanaannya semua gagal bagaikan sebuah petasan, yang diiringi dengan teriakan ‘Hosana’, ‘anak Daud’ dan ‘Raja Israel’:

Yesus telah mengacuhkan peringatan orang-orang Farisi untuk mengekang kegembiraan yang berlebih-lebihan dari murid-muridnya (Lukas 19: 39). Dia salah perhitungan. Karenanya dia terpaksa menerima akibatnya. Bangsanya tidak siap untuk mengorbankan diri karena sikap kekanak-kanakan mereka.

Pemikiran Yahudi

Pemimpin-pemimpin Yahudi menganggap bahwa laki-laki ini adalah pembawa kerusakan bagi bangsanya. Oleh karenanya,

“Lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.” (Injil -Yohanes 11: 50).

Tetapi dengan adanya orang-orang yang mengelilingi Yesus, maka tidaklah bijak untuk menawan Yesus di hadapan publik. Mereka menunggu kesempatan untuk menangkapnya diam-diam. Keberuntungan rupanya ada pada mereka, kerena mereka berhasil membujuk Yudas, salah satu dari murid pilihan Yesus untuk berkhianat pada Guru dan Tuhan-nya demi 30 batang perak.

Yudas Tidak Puas

Dalam pandangan ajaran Kristiani, yang mendorong Yudas untuk melakukan perbuatan yang bersikap pengecut adalah keserakahannya akan emas. Dia tetap merasa kurang atas apa yang telah diberikan kaum Kristiani kepadanya. Sebagai salah satu murid pilihan Yesus, dia merasa tidak memiliki kesempatan untuk menjadi orang yang berkecukupan. Lalu mengapa tidak mengambil kesempatan dengan mengorbankan waktunya demi 30 batang perak? Yudas tidak puas. Setelah semua demonstrasi massa yang merayakan keberhasilan Yesus memasuki Yerusalem, di antara limpahan simpati massanya: “Waktunya telah tiba – dan sekarang – Pangeran dunia akan diusir – saya harus menguasai mereka – membawa mereka dan membunuh mereka sebelum mereka membunuh saya” Yesus telah meletakkan jejak. Kalau Yesus bisa dihasut, mungkin dia akan bertindak dengan mukjizatnya dan membawa api dan batu-batu panas dari surga untuk melawan musuh-musuhnya; dan tentu saja pasukan malaikat akan membantunya dan murid-muridnya untuk menguasai dunia.

Dari seringnya berhubungan dengan gurunya, Yudas mengetahui bahwa Yesus adalah orang yang baik hati, lembut dan penyayang. Tetapi Yudas bukanlah orang yang pandai bermain kata-kata. Dia tidak mengetahui kapan Yesus sedang senang hati atau sedang susah hati. Mungkin jika Yesus sedang susah hati, maka bukannya kebaikan yang akan diterimanya tetapi malah akan memberikannya kematian.

Pengkhianatan itu Terbongkar

Sikap dan kelakuan Yudas yang mencurigakan akhirnya diketahui Yesus. Dia tidak memerlukan roh kudus untuk membaca pikiran-pikiran yang salah pada diri Yudas. Pada suatu ‘makan malam terakhir’ yang dihadiri Yesus dan murid-muridnya, Yesus memecat Yudas dengan kata-kata:

“… Apa yang hendak kau perbuat, perbuatlah dengan segera.” (Injil – Yohanes 13: 27).

Dan Yudas pergi karena pengkhianatannya sudah diketahui.

Ditandai sebagai:,

“KITAB SUCI” BUATAN

Posted in Kristologi by aqse on Februari 8, 2009

Nama Baru, Permainan Lama

Seorang anggota sekte ‘kelahirkan kembali’ menyombongkan diri tentang bagaimana dia biasa mengambil 10 sen dari piring derma gereja untuk membeli ’susu cream’ dan bagaimana ia mengikat ayahnya yang pemabuk “… di dalam gudang …” – di gudang yang sama dimana dia melihat “… ibunya terbaring di tumpukan pupuk, di tempat mandi sapi-sapi – dipukuli oleh ayahku ….” Sekarang dia dengan percaya diri mencoba memperdayakan pembacanya. Dia mengutip ayat di atas (Yohanes 20: 25) dari Injil Amerika tanpa memberikan referensi (pada halaman 20 yang sama dari “Faktor-faktor bangkit kembali” (oleh Josh Mc Dowel). Penulis memberikan 4 kutipan, dengan referensi bagi semua orang! Pada halaman berikutnya dia memberikan 3 kutipan juga dengan referensi bagi semua orang! Tetapi ayat-ayat dimana dia ingin memalsukannya, tidak direferensikan sama sekali. Dan setelah kata-kata “saya tidak Percaya”, dia memulai suatu paragraf baru dengan kata-kata “Kemudian, Yesus berkata kepada Thomas”, mengutip lagi dari Injil tanpa memberikan referensi. Yohanes memberi suatu kebohongan kepada pemuja-pemuja ini dengan mengatakan: (lagi…)

AdaTaurat dalam AlKitab ?

Posted in Kristologi by aqse on April 10, 2008

Orang Kristen seringkali mengklaim lima kitab pertama dalam Alkitab/Bible yaitu Kitab Kejadian, Kitab Keluaran, Kitab Imamat, Kitab Bilangan, dan Kitab Ulangan, sebagai Kitab Suci Taurat yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa. Keterangan dari redaksi awal Kitab Ulangan berikut menyatakan dengan jelas bahwa Kitab Ulangan sama sekali berbeda dengan Kitab Suci Taurat. Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan memuat ayat-ayat atau hukum-hukum yang berasal dari Kitab Suci Taurat.

Kitab Ulangan:

1:1. Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab.
1:5 Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:

Redaksi di atas (Ulangan 1:5) sangat tegas menyiratkan bahwa Kitab Ulangan ditulis oleh orang yang tidak jelas identitasnya, dimana Musa konon menguraikan hukum Taurat-nya. Ini berarti, Kitab Ulangan bukanlah Kitab Suci Taurat yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa.

Ayat-ayat Alkitab dan Al-Qur’an berikut memperjelas bukti bahwa lima kitab pertama dalam Alkitab tersebut sama sekali bukanlah Kitab Suci Taurat.

Kitab Keluaran:

31:18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.
34:28. Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

Kitab Ulangan:

5:22 Firman itulah yang diucapkan TUHAN kepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan dan kegelapan, dan tidak ditambahkan-Nya apa-apa lagi. Ditulis-Nya semuanya pada dua loh batu, lalu diberikan-Nya kepadaku.”

Kitab Raja-raja II:

22:8 Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: “Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!” Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya.

Kitab Al-Qur’an:

7:145 Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): “Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.
7:154 Sesudah amarah Musa menjadi reda, lalu diambilnya (kembali) luh-luh (Taurat) itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya.

Keterangan dari Alkitab dan Al-Qur’an di atas terlalu jelas, bahwa yang dimaksud dengan Kitab Suci Taurat bukanlah kitab-kitab seperti Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan, tetapi ia adalah sebuah kitab yang tunggal dan utuh yang semula ditulis Allah di atas kedua loh batu. Dalam hal ini, perlu ditegaskan bahwa Allah tidak pernah menjamin kemurnian Kitab Suci Taurat hingga akhir masa.

Lebih jauh, Nabi Yeremia, konon melalui suratnya, menyatakan bahwa lima kitab pertama dari Alkitab yang diklaim sebagai Taurat tersebut adalah Kitab Taurat yang bohong/palsu.

Kitab Yeremia:

8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.

Lalu, dimanakah Kitab Suci Taurat yang sesungguhnya? Keterangan dari Al-Qur’an berikut menegaskan bahwa Kitab Taurat yang asli/orisinal sudah hancur oleh tangan-tangan sekelompok orang-orang Bani Israel.

Kitab Al-Qur’an:

6:91. Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Qur’an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

Jadi, kitab-kitab seperti Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan, adalah kitab-kitab karangan orang-orang Bani Israel yang tidak jelas identitisnya. Kitab-kitab itu sama sekali bukanlah Kitab Suci Taurat, tetapi mereka adalah kitab-kitab yang antara lain berisi serpihan-serpihan dari Kitab Suci Taurat yang mungkin masih bisa diidentifikasi sebagai ayat-ayat dari Kitab Taurat yang sebenarnya. Sekali lagi, Allah tidak pernah menjamin kemurnian Kitab Suci Taurat hingga akhir masa, karenanya, bisa dimengerti kalau Kitab Suci Taurat yang dibawa dan diajarkan oleh Nabi Musa itu sudah hancur dan tidak bisa dikenali lagi sebagai sebuah kitab yang tunggal dan utuh.

Ditandai sebagai:,