Injil Kristen bukan firman tuhan
Umat islam meyakini bahwa Allah pernah menurunkan kitab suci kepada nabi Isa as.(Yesus),yang bernama Injil.Akan tetapi, Injil yang dipercaya umat Kristen itu,antara lain Injil Matiius, Markus, Lukas, dan Yohanes bukanlah firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Isa, melainkan catatan kehidupan Yesus yang ditulis oleh orang-orang yang belum pernah bertemu Yesus.
Kitab itu pun sangat dipertanyakan kebenarannya, karena menurut hasil penelitan 72 pakar Alkitab kaliber internasonal yang tergabung dalam “THE JESUS SEMINAR” menyatakan “ Eigthy – two percent of the words ascribed to Yesus in the Gospels were not actually spoken by him (82% kalimat yang katanya diucapkan Yesus di dalam kitab – kitab Injil sebenarnya tidak pernah diucapkan Yesus)”
Nabi Muhammad saw, menyuruh umat islam agar bersikap kritis terhadap apa yang disampaikan oleh ahlu kitab, sebagai sabda beliau “apabila ada ahli kitab yang berkata kepadamu maka janganlah kamu benarkan dan jangan pula kamu dustakan.Katakanlah,’kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami (AL-Qur’an) dan apa yang diturunkan kepada orang-orang sebelum kami dari Tuhan (Rabb) kami.’Apabila yang disampaikan itu haq (benar), janganlah kamu dustakan. Jika bathil janganlah kamu benarkan .” (HR.Abu Dawud).
Standard untuk menguji kitab suci-nya ahlu kitab (Yahudi & Nashrani} adalah Al Qur’anul Karim. Jika ayat-ayat kitab suci ahlu kitab sesuai dengan Al Qur’an, berarti ia benar walaupun tetap saja kita tidak bisa memandangnya sebagai firman Allah. Sebaliknya, bila bertentangan dengan Al Qur’an berarti bathil, dan kita wajib menolak kebatilan tersebut.
PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN AYAT-AYAT
Ketahuilah, umat nashrani merasa bangga dengan dan yakin bahwa kitab sucinya (Bible), terutama Perjanjian Baru, berasal dari Tuhan. Para penulisnya, diyakini, selalu mendapat bimbingan dari Roh Kudus sehingga apa yang ditulisnya itu pasti benar. Ayat-ayatnya tidak akan mengalami penambahan, penyisipan ataupun pengurangan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia. Hal ini karena ada ayat bible yang menjamin kesuciannya, yaitu :
wahyu 22: 18-19
“aku kepada setiap yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini : “jika sesorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Tuhan akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jika seseorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka tuhan akan mengamil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini”
Ada dua poin yang ditekankan pada ayat ini; pertama, orang yang menambah perkataan pada ayat-ayat tuhan, pasti akan mendapat malapetaka; Kedua, orang yang mengurangi perkataan pada ayat-ayat tuhan, niscaya akan diambil dari pohon kehidupan dan dari kta kudus.
Kitab suci yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya ini, ternyata masih memberi peringatan. Akan tetapi, ancaman dan peringatan dalam wahyu 22:18-9 tersebut telah di abaikan dan tidak memiliki kekuatan lagi.
Dengan demikian, para penuli dan penerjemah maupun penerbit AlKitab tidak mau menghiraukan peringatannya. Mereka dengan leluasa menambah dan mengurangi kata-kata atau kalimat pada kitab suci mereka sendiri.
Perselisihan ayat-ayat Perjanjian Baru
Pertama; Kelahiran Yesus
a. “Sesudah Yesus dilahirkan di Bethlehem di tanah Yudea pada zaman Herodes, datanglah orang-orang majus dari timur ke Yerusa-lem” (Matius 2: 1)
b. Injil Lukas 2: 1-20 menyebutkan bahwa yesus lahir ketika kaisar Agustus mengadakan sensus penduduk
Menurut perhitungan sejarah, sensus itu dilaksanakan pada tahun 7 masehi, berarti yesus lahir pada tahun itu juga. Akan tetapi menurut matius, yesus lahir di zaman herodes yang wafat sekitar tahun 4 SM. Kemudian, diganti anaknya yang bernama Herodes Archelaus yang kemudian dipecat oleh pemerintah Romawi tahun 6 Masehi.
Sampai sekarang para ahli alKitab sendiri belum bisa menentukan secara tepat tahun kelahiran yesus, apakah tahun 4 SM sebagaimana isyarat dari matius ataukah tahun 7 M seperti yang diceritakan Lukas ?
Kedua; Silsilah Yusuf dan Yesus
- Lukas 3:32 mengatakan bahwa yesus, suami maria (ibu yesus) adalah anak Eli.
- Matius 1: 16 mencatat bahwa yusuf adalah anak Yakub.
Dari kalangan Kristen ada yang berpendapat, Eli adalah nama lain dari yakub. Akan tetapi, sampai sekarang tidak adsa fakta yang membenarkan pendapat ini.
Di dalam Matius 1: 6menyatakan bahwa yesus dan yusuf adalah keturunan Nabi Sulaiman, sedangkan di dalam Lukas 3: 31 berpendapat bahwa keduanya adalah keturunan saudara sulaiman yang bernama Nathan.
Ketiga; Waktu mendapat murid
- Matius 4: 12-22, Markus 1: 12-20, dan Lukas 4: 14-15, 5: 1-22 meceritakan bahwa setelah dibaptis Yohanes, Yesus meninggalkannya dan berpuasa 40 hari, kemudian dia mendengar bahwa Yohanes ditangkap penguasa. Lalu Yesus pergi ke Galilea, saat itulah yesus mendapatkan murid bernama simon peter, andreas, yohanes dan james.
- Yohanes 1: 3-5 menceritakan bahwa sebelum pergi ke Galilea, Yesus sudah mendapat murid bernama andreas dan simon. Keesokan harinya, dia pergi ke Galilea.
Keempat; Yudas memberi tanda ataukah yesus menunjuk diri.
- Orang (Yudas) yang menyerahkan dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka, dengan mengatakan,”orang yang akan kucium, itulah dia, tangkaplah dia.” Dan segera dia maju mendapatkan Yesus dan berkata, “Salam rabbi,” lalu mencium dia. Akan tetapi, Yesus berkata kepadanya, “Hai teman untuk itukah engkau dating?” Maka majulah mereka memegang yesus dan menangkapnya. (matius 26: 48-50)
- “Yesus tahu semua yang akan menimpa dirinya, maju kedepan dan berkata kepada mereka, “Siapakah yang engkau cari ?” Jawab mereka, ‘Yesus dari Nazareth’ Yesus berkata kepada mereka,”Akulah dia.” Yudas yang mengkhianati dia juga berdiri di situ bersama-sama mereka. Ketika Yesus berkata, ‘akulah dia’ mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.” (Yohanes 18: 4-5)
Kelima; Kematian Yudas Iskariot
- Dalam matius 27: 5-8 Yudas diceritakan sebagai berikut: “Maka ia pun melemparkan uang perak itu kedalam Bait suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata, “tidak diperbolehkan memasukkan uang ini kedalam peti persembahan, sebab ini uang darah.” Sesudah berunding, mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk, utuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Oleh sebab itu, tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah darah,”
Dari ayat ini dapat diambil kronologinya; Pertama, yudas menyesal dan membuang uang perak hadiah pengkhianatannya terhadap yesus ke dalam Bait Suci. Kedua, lalu ia bunuh diri dengan cara menggantung diri, dan Ketiga, uang tersebut diambil oleh imam-imam Yahudi, dan dibelikan tanah yang disebut Tanah darah..
- menurut Lukas yang tertulis di Kisah Para Rasul 1: 18 adalah sbb:
“ Yudas telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah keluar. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itumereka sebut dalam bahasa mereka sendiri; Hakal Dama, artinya Tanah Darah.”
Kronologi menurut kisah para rasul ini sebagai berikut: Yakni, uang hasil pengkhianatan itu dibelikan tanah oleh Yudas, dan setelah membeli tanah itu, Yudas mati jatuh tertelungkup.
Disamping itu, ada beberapa pertentangan dalam dua versi kronologi ini :
1. Menurut Matius bahwa uang itu dibuang oleh Yudas di Bait Suci, sedangkan menurut Kisah Para Rasul bahwa uang itu dibelikan tanah oleh yudas.
- Menurut Matius bahwa setelah yudas mati menggantung diri, dan uang itu dibelikan tanah oleh imam-imam. Namun, menurut Kisah Rasul adalah bahwa sebelum mati, uang itu dibelikan tanah oleh Yudas sendiri.
- Menurut Matius bahwa yang membeli tanah adalah iman-iman Yahudi. Akan tetapi, menurut Kisah Rasul, yang membeli tanah adalah Yudas Iskariot sendiri.
Keenam ; Paulus kebingungan
Cerita pertaubatan Paulus (Saulus) saat bertemu dengan Yesus diceritakan sendiri oleh Paulus dalam tiga versi yang saling bertentangan:
- Teman-teman Paulus mendengar suara Yesus, tetapi tidak melihat cahaya maupun wajah Yesus (Kisah 9:7).
- Teman-teman Paulus melihat cahaya Yesus, tetapi tidak mendengar suaranya. (Kisah 22:9)
- Hanya Paulus sendiri yang rebah ketika melihat cahaya Yesus (Kisah 9:7;22:9)
- Paulus dan semua tentaranya rebah ketika meliht cahaya Yesus (Kisah 26:14)
Selain dari perbedaan dari beberap versi tersebut, ternyata ada tiga pertentangan pada cerita tersebut:
a. Menurut Kisah 9:7, teman-teman Paulus mendengar suara Yesus. Akan tetapi, menurut Kisah 22:9, teman-teman Paulus tidak mendengar suara Yesus.
b. Menurut Kisah 9:7, teman-teman Paulus tidak melihat cahaya atau wajah Yesus. Akan tetpai, menurut Kisah 22:9, teman-teman Paulus melihat cahayaa Yesus.
c. Menurut Kisah 9:7;22:9 hanya Paulus yang rebah ketika melihat cahaya Yesus. Akan tetapi, menurut Kisah 26:14 Paulus dan semua tentaranya rebah ketika mereka melihat cahaya Yesus.
Nabi Muhammad Dlm Taurat dan Injil
Assalamualaikum warohmatullah wabarokaatuh,
Sesungguhnya banyak sekali kejadian yang terjadi dimasa Rasulullah yang sudah dicantumkan didalam kitab2 suci sebelum Alqur’an diturunkan,
namun karena perbuatan orang2 yang mengingkari kebenaran yang telah dipaparkan dalam kitab2 terdahulu, maka peristiwa2 tersebut disamarkan, bahkan banyak sekali yang dihilangkan, seperti beebrapa contoh berikut ini :
1. Nubuat yang disampaikan Allah kepada Abraham (Ibrahim AS)
“Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur, dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yagn mengutuk engkau, dan olehmu semua bangsa di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 12: 2-3).
Dalam nubuat ini, ada beberapa hal yang tidak bisa tidak hanya mengena pada pribadi Rasulullah Muhammad SAW.
a. secara umum pada kalimat “aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar”, setidak-tidaknya disini mengandung dua pengertian :
1. bahwa dari keturunan Abraham (Ibrahim AS) inilah yang banyak menurunkan para nabi penuntun umat manusia. Dari garis keturuna Ishak menurunkan para nabi bangsa yahudi/ Israel seperti Yakub, Musa, harun, Daud, Sulaiman, Daniel, Yesus, dan lain-lain. Sedang dari garis keturunan Nabi Ismail menurunkan bangsa Arab. Dari sanalah lahirnya seorang nabi penuntun umat manusia keseluruhan, bukan hanya untuk satu bangsa, yaitu Rasulullah Muhammad SAW.
2. Berhubungan dengan kalimat “dan olehmu semua bangsa di muka bumi akan mendapat berkat”, dari kalimat ini jelas hanya menunjuk pada pribadi Rasulullah Muhammad SAW sebagai keturunan Ibrahim dari garis keturunan Ismail. Sebab, hanya beliaulah nabi dan Rasul yang diutus Allah untuk membawa rahmat dan barokah-Nya bagi seluruh umat manusia, bukan hanya untuk satu bangsa, tapi untuk seluruh alam semesta, seperti yang difirmankan Allah dalam Al Qur’an :
“Dan tidaklah kami utus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS: Al Anbiyaa : 107).
Ini sesuai dengan nubuat yang disampaikan Nabi Yesaya :
“Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh rohKu keatasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi, segala pulau mengharapkan pengajarannya” (Yesaya 42 : 1-4).
Namun nubuat nabi Yesaya ini dibelokkan untuk Yesus oleh kamu Kristiani abad pertama (yang tertulis dalam kitab Matius pasal 12 dari ayat 18 hingga 21 yang merupakan perulangan dari nubuat Yesaya diatas). Padahal Yesus diutus Allah bukan untuk semua bangsa, melainkan hanya untuk bangsa Israel. Hal ini sebagaimana yang dia akui sendiri :
“Jawab Yesus :” Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel“, (Matius 15-24).
“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari uat Israel.” (Matius. 10 : 5-6)
b. Dari kalimat “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau”, Dari sini jelas hanya menunjuk pada Nabi Muhammad SAW, tidak mungkin kepada yang lain, karena hanya beliaulah yang mengajarkan kepada umat manusia agar mengirim doa keberkatan kepada Nabi Muhammad SAW dan nabi Ibrahim AS berupa sholawat yang selalu dibaca setiap kali sholat (baik sholat fardu maupun sholat sunnah), yaitu pada bacaan tasyahud akhir :
“Kamaa baarokta ‘alaa Ibrahim” , yang berarti sebagaimana engkau memberi berkah kepada nabi Ibrahim. Dengan demikian, hanya Nabi Muhammad SAW beserta umatnya yang mendapat keberkatan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Umat yang dimaksud disini adalah yang mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW juga para nabi lainnya, bukan dalam pengertian umat manusia secara umum yang menjadi objek misi da’wah para nabi itu.
Nubuat lainnya juga disampaikan melalui Abraham (Ibrahim AS) antara lain berbunyi :
“ Tentang Ismail, aku telah mendengarkan permintaanya. Ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak. Ia akan menurunkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar (Kejadian. 17 : 20).
Suatu janji Allah yang cukup jelas ditujukan kepada keturuna Abraham memalui garis keturunan Ismail yang akan menurunkan bangsa yang besar (bangsa Arab). Sebab, dari sanalah nabi Agung untuk seluruh alam semesta lahir (QS. Al Anbiyaa : 107), yaitu Rasulullah Muhammad SAW.
Demikian pula nubuat senada yang disampaikan Allah kepada Siti Hajar (Hagar), Ibu Ismail AS, istri kedua Nabi Ibrahim yang berbunyi :
“ bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, karena Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar” (Kejadian 21 : 18)
2. Nubuat Nabi Yesaya tentang peristiwa Nuzulul Qur’an atau turunnya wahyu Al Qur’an di Goa Hira :
“ Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan : ‘Baiklah baca ini’, maka ia akan menjawab : “Aku tidak dapat membaca”. (Yesaya 29 : 12).
Nubuat itu tidak mungkin diturunkan kepada selain Rasulullah Muhammad SAW, sebab, hanya beliaulah nabi dan rasul yang ummi (tidak tahu baca tulis atau buta huruf), dan beliau saja yang mengalami peristiwa ini. Yaitu, tatkala beliau menerima wahyu Al Qur’an untuk pertama kalinya (lima ayat pertama surat Al ‘Alaq) di Goa Hira dengan kronologi dialog seperti pada nubuat Yesaya diatas, Yakni, ketika Malaikat Jibril (Gabriel) memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk membaca iqro’ (bacalah), maka beliau menjawab “Aku tidak bisa membaca” hingga tiga kali baru kemudian dituntun malaikat Jibril.
Jika umat Nasrani mengklain itu ditujukan kepada Yesus, jelas tidak mungkin dengan alasan :
a. Yesus tidak pernah mengalami peristiwa ini dikitab manapun, bahkan di Injil Barnabas yang tidak diakui umat nasrani namun diakui sebagian besar umat Islam sekalipun.
b. Yesus adalah nabi yang dapat membaca (tidak buta huruf), Hal ini dengan bukti pada kitab Lukas tertulis :
“ Ia datang ke Nazaret tempat ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat ia masuk kerumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari al-kitab.” (Lukas 4:16).
3. Nubuat Nabi Daniel tentang peristiwa Isro Mi’roj nabi Muhammad SAW
“Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang anak manusia, datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawah kehadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.” (Daniel 7 ayat 13-14).
Kaum nasrani beranggapan bahwa nubuat ini ditujukan kepada Yesus. Akan tetapi, hal ini justru bertentangan dengan Kitab Musa yang menegaskan :
“Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit diantara orang Israel”. (Ulangan 34 : 10).
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa setelah Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka ketika di Gunung Sinai, tidak ada lagi nabi diantara Bani Israel yang mengalami peristiwa seperti itu (datang berhadapan langsung dengan Allah), walaupun setelah nabi Musa masih banyak nabi dari kaum Israel (termasuk Yesus).
Dan yang lebih fatal lagi, orang-orang nasrani menganggap Yesus adalah Tuhan sendiri yang turun ke dunia dalam bentuk manusia. Jika dihubungkan dengan nubuat Nabi Daniel, maka akan semakin tidak masuk akal. Sebab suatu hal yang tidak bisa dimengerti bahwa Tuhan dibawa sesuatu untuk menghadap Tuhan. Logika semacam ini hanya berlaku untuk kaum yang berpaham “polytheisme” (berpaham banyak Tuhan), yang menganggap ada Tuhan Bapak, Tuhan Anak, hal mana Tuhan bapak lebih berkuasa dari Tuhan Anak. Atau beranggapan adanya Tuhan Besar dan Tuhan Kecil (Tuhan besar lebih berkuasa dari pada Tuhan yang Kecil) persis seperti kisa nabi Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhala yang disembah raja Namrud (Nimrod) dan kaumnya. Padahal, baik Musa dan Yesus mengajarkan agar umatnya hanya menyembah satu Tuhan saja (monotheisme), seperti tertulis pada al-Kitab :
“ Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa (Ulangan. 6 : 4).
Jawab Yesus, “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah Kita, Tuhan itu Esa.” (Markus 12:19).
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau Utus.” (Yohanes 17:3)
Bahkan Yesus mengancam orang-orang yang mempertuhankan beliau dengan mencap mereka sebagai pembuat kejahatan. Sedang dalam Islam lebih jelas lagi, bahwa hukum mempersekutukan Allah merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni Allah.
Sabda Yesus :” Pada hari terakhir, banyak orang-orang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, bukankah kamu menubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan mukjijat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata : Aku tidak pernah mengenal kamu: Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.” (Matius 7 : 22-23)
Demikianlah, Islam sebagai satu-satunya agama samawi yang benar dan masih murni meskipun penubuatannya disembunyikan oleh kitab-kitab agama samawi sebelumnya yang telah diubah-ubah umatnya yang tidak beriman, Sebagai contoh penubuatan Nabi Muhammad SAW. Ternyata, setelah kita teliti dengan cermat, Bibel yang menjadi pegangan kaum Yahudi dan nasrani saat ini, sebagai ‘mantan’ Kitab samawi (dari wahyu Allah) ternyata masih ‘mampu’ menguak kebenaran yang selama ini tidak tampak dan tidak tercermati oleh umat secara umum.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala :
“ Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membecinya”. (QS. Ash-Shaff :
Semoga tulisan ini mampu menggugah ‘nurani/fitrah’ orang-orang yang menginginkan/ mendambakan kebenaran, untuk lebih meneliti dan mencermati serta mengkritisi nilai-nilai kebenaran yang ada dalam setiap agama, dengan harapan agar benar-benar mendapatkan kebenaran yang hakiki yang dirihoi Allah Subhanahu wa Ta’ala..
(Dikutip dari kitab : “Muhammad dalam taurat dan Injil”, Karya : Saudaraku M. Abdullah Sahid (Agustinus Sriurip Ragil Wibawa ))
Kitab Suci Injil yang diturunkan oleh Allah ?
Orang Kristen seringkali menyebut kitab-kitab kanonik di dalam Alkitab/Bible seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes dengan sebutan Injil. Namun demikian, apakah kitab-kitab tersebut benar-benar merupakan Kitab Suci Injil yang diturunkan oleh Allah dan diajarkan oleh Nabi Isa/Yesus kepada umat Israel?
Keterangan dari ketiga kitab kanonik tersebut (kecuali Yohanes), yang kemudian dikenal dengan sebutan kitab-kitab sinopsis karena seringkali berisi cerita yang sama tentang Yesus, memberikan penjelasan yang sangat terang berikut ini (cetak biru ditambahkan):
Kitab Markus:
1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
1:38 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”
1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
10:29 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.
14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Kitab Matius:
4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
9:35. Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
11:1. Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”
Kitab Lukas:
4:43 Tetapi Ia (Yesus) berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
9:6 Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
20:1. Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta tua-tua ke situ,
Keterangan dari ketiga kitab yang diduga orang Kristen sebagai Injil di atas, tampak jelas bahwa Yesus ketika masih berada di tengah-tengah umat Israel mengemban misi untuk menyebarkan ajaran yang tertuang dalam Kitab Suci Injil. Tentu saja, Injil yang dimaksud oleh para pengarang kitab-kitab kanonik di atas, yang diajarkan Yesus kepada umat Israel, adalah Kitab Suci Injil yang sebenarnya. Sedangkan kitab-kitab kanonik seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes bukanlah Kitab Suci Injil yang sebenarnya, karena kitab-kitab kanonik tersebut ditulis jauh setelah masa kehidupan Yesus di tanah Israel. Berikut ini daftar kompilasi kitab-kitab kanonik menurut para sarjana alkitabiah1:
Kitab Kanonik Waktu Kompilasi
Markus 65-85 M2
Matius 80-90 M3
Lukas 80-110 M4
Yohanes 85-115 M5
Sementara itu, Yesus diduga “disalib” pada pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, atau sekitar tahun 30 M. Asumsi ini didasarkan pada kurun waktu Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M.6 Pontius Pilatus konon menyerahkan Yesus kepada orang-orang Yahudi untuk disalibkan.7 Jadi, antara Injil yang diajarkan oleh Yesus dengan kitab sinopsis pertama (Markus) berjarak sekitar 40 tahun!
Jelasnya, keterangan dari kitab-kitab sinopsis di atas membuktikan bahwa kitab-kitab kanonik yang diduga Injil itu bukanlah Kitab Suci Injil yang sebenarnya, tetapi merupakan kitab-kitab biografi tentang Yesus yang memiliki nilai seni tertentu pada masa penulisannya. Sedangkan Kitab Suci Injil yang diajarkan oleh Yesus kepada umat Israel jelasnya sudah hancur oleh sekelompok tangan-tangan umat Israel sendiri. Hal ini dijelaskan oleh Kitab Suci Al-Qur’an mengenai kebiasaan buruk Bani Israel (orang-orang Yahudi) terhadap kitab suci mereka (cetak biru ditambahkan):
Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Bani Israel) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. 2:75)
Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah kalimat (Allah) dari tempat-tempatnya. Mereka berkata : “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula) : “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan) : “Raa’ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan : “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis. (QS. 4:46)
(Tetapi) karena mereka (orang-orang Yahudi) melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah kalimat (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. 5:13)
Keterangan dari tiga ayat Al-Qur’an di atas, yang menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi (Bani Israel) gemar merubah kalimat/firman Allah di dalam kitab suci yang diturunkan kepada mereka seperti Taurat, Zabur/Mazmur, dan Injil, semakin memperjelas fakta bahwa kitab-kitab wahyu yang orisinal tersebut benar-benar sudah hancur dan tidak dapat dikenali lagi sebagai kitab-kitab yang tunggal dan utuh. Sebutan Taurat, Zabur/Mazmur, dan Injil yang seringkali kita dengar dari mulut golongan ahli kitab (Yahudi & Kristen) untuk mengklaim kitab-kitab tertentu di dalam Alkitab/Bible mereka, sebenarnya merupakan sebutan terhadap kitab-kitab wahyu yang sudah berkali-kali dirubah dan ditambah oleh masing-masing pengarang/penulisnya. Lebih jauh, Allah tidak pernah menjamin kemurnian ketiga kitab wahyu tersebut hingga akhir masa. Ini berbeda dengan Kitab Suci Al-Qur’an yang secara tegas Allah menjamin kemurniannya hingga akhir masa (QS. 15:9). Namun demikian, melalui pemeriksaan yang hati-hati, kita mungkin masih dapat mengenali beberapa ayat tertentu dalam Alkitab/Bible yang patut diduga merupakan ayat-ayat Taurat, Zabur, dan Injil yang sebenarnya atau serpihan-serpihannya.
Adapun klaim orang Kristen bahwa yang dimaksud Kitab Suci Injil adalah kitab-kitab seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes, adalah klaim yang sangat lemah, karena orang Kristen hanya mendasarkan pada satu ayat Markus berikut ini (cetak tebal ditambahkan):
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. (Markus 1:1)
Padahal, ayat-ayat Markus lainnya (berjumlah 11 ayat di atas) secara tegas menyatakan bahwa Kitab Suci Injil adalah kitab suci yang diajarkan oleh Yesus kepada umat Israel dahulu, jauh sebelum ditulisnya Kitab Markus sendiri.
Keterangan:
1. Harus dibedakan pengertian antara “sarjana alkitabiah” dan “penganut Kristen”. Seorang “sarjana alkitabiah” belum tentu seorang penganut Kristen, demikian pula sebaliknya, seorang “penganut Kristen” belum tentu seorang sarjana alkitabiah.
2. A) Duncan GB (1971) B) Davies JN (1929a) C) Moffat J (1929) D) Sundberg AC (1971) E) Pherigo LP (1971) F) Asimov I (1969) G) Mack BL (1996) H) Nineham DE (1973) I) Leon Dufour X (1983)
3. A) Duncan GB (1971) B) Sundberg AC (1971) C) Kee HC (1971) D) Leon Dufour X (1983) E) Mack BL (1996) F) Fenton JC (1973)
4. A) Mack BL (1996) B) Asimov I (1969) C) Duncan GB (1971) D) Baird W (1971) E) Sunberg AC (1971)
5. A) Mack BL (1996) B) Duncan GB (1971) C) Shepherd MH (1971) D) Leon Dufour X (1983)
6. A) Josephus F (1988) B) Asimov I (1969) C) Baird W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon Dufour X (1983)
7. Markus 15:15; Matius 27:26; Lukas 23:25; Yohanes 19:16
INJIL ?
Orang Kristen seringkali menyebut kitab-kitab kanonik di dalam Alkitab/Bible seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes dengan sebutan Injil. Namun demikian, apakah kitab-kitab tersebut benar-benar merupakan Kitab Suci Injil yang diturunkan oleh Allah dan diajarkan oleh Nabi Isa/Yesus kepada umat Israel?
Keterangan dari ketiga kitab kanonik tersebut (kecuali Yohanes), yang kemudian dikenal dengan sebutan kitab-kitab sinopsis karena seringkali berisi cerita yang sama tentang Yesus, memberikan penjelasan yang sangat terang berikut ini (cetak biru ditambahkan):
Kitab Markus:
1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
1:38 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”
1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
10:29 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.
14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Kitab Matius:
4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
9:35. Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
11:1. Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”
Kitab Lukas:
4:43 Tetapi Ia (Yesus) berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
9:6 Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
20:1. Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta tua-tua ke situ,
Keterangan dari ketiga kitab yang diduga orang Kristen sebagai Injil di atas, tampak jelas bahwa Yesus ketika masih berada di tengah-tengah umat Israel mengemban misi untuk menyebarkan ajaran yang tertuang dalam Kitab Suci Injil. Tentu saja, Injil yang dimaksud oleh para pengarang kitab-kitab kanonik di atas, yang diajarkan Yesus kepada umat Israel, adalah Kitab Suci Injil yang sebenarnya. Sedangkan kitab-kitab kanonik seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes bukanlah Kitab Suci Injil yang sebenarnya, karena kitab-kitab kanonik tersebut ditulis jauh setelah masa kehidupan Yesus di tanah Israel. Berikut ini daftar kompilasi kitab-kitab kanonik menurut para sarjana alkitabiah1:
Kitab Kanonik Waktu Kompilasi
Markus 65-85 M2
Matius 80-90 M3
Lukas 80-110 M4
Yohanes 85-115 M5
Sementara itu, Yesus diduga “disalib” pada pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, atau sekitar tahun 30 M. Asumsi ini didasarkan pada kurun waktu Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M.6 Pontius Pilatus konon menyerahkan Yesus kepada orang-orang Yahudi untuk disalibkan.7 Jadi, antara Injil yang diajarkan oleh Yesus dengan kitab sinopsis pertama (Markus) berjarak sekitar 40 tahun!
Jelasnya, keterangan dari kitab-kitab sinopsis di atas membuktikan bahwa kitab-kitab kanonik yang diduga Injil itu bukanlah Kitab Suci Injil yang sebenarnya, tetapi merupakan kitab-kitab biografi tentang Yesus yang memiliki nilai seni tertentu pada masa penulisannya. Sedangkan Kitab Suci Injil yang diajarkan oleh Yesus kepada umat Israel jelasnya sudah hancur oleh sekelompok tangan-tangan umat Israel sendiri. Hal ini dijelaskan oleh Kitab Suci Al-Qur’an mengenai kebiasaan buruk Bani Israel (orang-orang Yahudi) terhadap kitab suci mereka (cetak biru ditambahkan):
Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Bani Israel) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. 2:75)
Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah kalimat (Allah) dari tempat-tempatnya. Mereka berkata : “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula) : “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan) : “Raa’ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan : “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis. (QS. 4:46)
(Tetapi) karena mereka (orang-orang Yahudi) melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah kalimat (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. 5:13)
Keterangan dari tiga ayat Al-Qur’an di atas, yang menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi (Bani Israel) gemar merubah kalimat/firman Allah di dalam kitab suci yang diturunkan kepada mereka seperti Taurat, Zabur/Mazmur, dan Injil, semakin memperjelas fakta bahwa kitab-kitab wahyu yang orisinal tersebut benar-benar sudah hancur dan tidak dapat dikenali lagi sebagai kitab-kitab yang tunggal dan utuh. Sebutan Taurat, Zabur/Mazmur, dan Injil yang seringkali kita dengar dari mulut golongan ahli kitab (Yahudi & Kristen) untuk mengklaim kitab-kitab tertentu di dalam Alkitab/Bible mereka, sebenarnya merupakan sebutan terhadap kitab-kitab wahyu yang sudah berkali-kali dirubah dan ditambah oleh masing-masing pengarang/penulisnya. Lebih jauh, Allah tidak pernah menjamin kemurnian ketiga kitab wahyu tersebut hingga akhir masa. Ini berbeda dengan Kitab Suci Al-Qur’an yang secara tegas Allah menjamin kemurniannya hingga akhir masa (QS. 15:9). Namun demikian, melalui pemeriksaan yang hati-hati, kita mungkin masih dapat mengenali beberapa ayat tertentu dalam Alkitab/Bible yang patut diduga merupakan ayat-ayat Taurat, Zabur, dan Injil yang sebenarnya atau serpihan-serpihannya.
Adapun klaim orang Kristen bahwa yang dimaksud Kitab Suci Injil adalah kitab-kitab seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes, adalah klaim yang sangat lemah, karena orang Kristen hanya mendasarkan pada satu ayat Markus berikut ini (cetak tebal ditambahkan):
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. (Markus 1:1)
Padahal, ayat-ayat Markus lainnya (berjumlah 11 ayat di atas) secara tegas menyatakan bahwa Kitab Suci Injil adalah kitab suci yang diajarkan oleh Yesus kepada umat Israel dahulu, jauh sebelum ditulisnya Kitab Markus sendiri.
Keterangan:
1. Harus dibedakan pengertian antara “sarjana alkitabiah” dan “penganut Kristen”. Seorang “sarjana alkitabiah” belum tentu seorang penganut Kristen, demikian pula sebaliknya, seorang “penganut Kristen” belum tentu seorang sarjana alkitabiah.
2. A) Duncan GB (1971) B) Davies JN (1929a) C) Moffat J (1929) D) Sundberg AC (1971) E) Pherigo LP (1971) F) Asimov I (1969) G) Mack BL (1996) H) Nineham DE (1973) I) Leon Dufour X (1983)
3. A) Duncan GB (1971) B) Sundberg AC (1971) C) Kee HC (1971) D) Leon Dufour X (1983) E) Mack BL (1996) F) Fenton JC (1973)
4. A) Mack BL (1996) B) Asimov I (1969) C) Duncan GB (1971) D) Baird W (1971) E) Sunberg AC (1971)
5. A) Mack BL (1996) B) Duncan GB (1971) C) Shepherd MH (1971) D) Leon Dufour X (1983)
6. A) Josephus F (1988) B) Asimov I (1969) C) Baird W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon Dufour X (1983)
7. Markus 15:15; Matius 27:26; Lukas 23:25; Yohanes 19:16
leave a comment