Aqse On Wordpress

PENGAKUAN YANG MEMBERATKAN

Posted in Kristologi by aqse on Maret 2, 2009

Nyonya Ellen G. White, seorang “Nabi” gereja Advent Hari Ketujuh, dalam komentar Injilnya pada buku pertama halaman 14, memuat pengakuan tentang kesalahan “Kitab Suci Injil”.

“Injil” yang kita baca saat ini adalah hasil pekerjaan banyak penyalin yang dalam banyak hal mengerjakan pekerjaan mereka dengan ketelitian yang mengagumkan. Tetapi penyalin-penyalin ini tidaklah sempurna, dan Tuhan tidak menjaga mereka semua dari kesalahan penulisan.” (lagi…)

KITAB KRISTEN “PERJANJIAN BARU”

Posted in Kristologi by aqse on Maret 2, 2009

Mengapa “Menurut”?

Bagaimana dengan yang disebut Perjanjian Baru? –Mengapa setiap Injil dimulai dengan pendahuluan– menurut … menurut … (Lihat halaman 361). Mengapa “menurut”? Karena tidak ada satu pun dari kata-kata yang berhubungan dengan 24.000 salinan yang ada membawa tulisan penulisnya sendiri! Inilah perkiraan mengapa ditulis “menurut”! Meski bukti-bukti internal membuktikan Matius bukanlah penulis kitab pertama yang memuat namanya. (lagi…)

Ditandai sebagai:, ,

SILSILAH YESUS

Posted in Kristologi by aqse on Maret 2, 2009

Perhatikan sekarang bagaimana orang Kristen mengurutkan silsilah Yesus yang ada di Perjanjian Lama ke dalam Perjanjian Baru. Yesus adalah seorang laki-laki yang tidak mempunyai garis keturunan, maka seseorang membuatkan baginya. Silsilah yang seperti apa? Enam orang pezina dan keturunannya adalah kakek moyangnya. Laki-laki dan perempuan yang pantas menerima hukuman dilempar batu hingga mati rnenurut hukum Tuhan seperti yang diwahyukan pada Musa, dan diasingkan serta dijauhkan dari rumah Tuhan dari generasi ke generasi (“Anak Haram tidak boleh masuk jamaah Tuhan bahkan sampai keturunannya yang kesepuluh (Ulangan 23:2)) (lagi…)

Injil Kristen bukan firman tuhan

Posted in Kristologi by aqse on Juli 21, 2008

Umat islam meyakini bahwa Allah pernah menurunkan kitab suci kepada nabi Isa as.(Yesus),yang bernama Injil.Akan tetapi, Injil yang dipercaya umat Kristen itu,antara lain Injil Matiius, Markus, Lukas, dan Yohanes bukanlah firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Isa, melainkan catatan kehidupan Yesus yang ditulis oleh orang-orang yang belum pernah bertemu Yesus.

Kitab itu pun sangat dipertanyakan kebenarannya, karena menurut hasil penelitan 72 pakar Alkitab kaliber internasonal yang tergabung dalam “THE JESUS SEMINAR” menyatakan “ Eigthy – two percent of the words ascribed to Yesus in the Gospels were not actually spoken by him (82% kalimat yang katanya diucapkan Yesus di dalam kitab – kitab Injil sebenarnya tidak pernah diucapkan Yesus)”

Nabi Muhammad saw, menyuruh umat islam agar bersikap kritis terhadap apa yang disampaikan oleh ahlu kitab, sebagai sabda beliau “apabila ada ahli kitab yang berkata kepadamu maka janganlah kamu benarkan dan jangan pula kamu dustakan.Katakanlah,’kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami (AL-Qur’an) dan apa yang diturunkan kepada orang-orang sebelum kami dari Tuhan (Rabb) kami.’Apabila yang disampaikan itu haq (benar), janganlah kamu dustakan. Jika bathil janganlah kamu benarkan .” (HR.Abu Dawud).

Standard untuk menguji kitab suci-nya ahlu kitab (Yahudi & Nashrani} adalah Al Qur’anul Karim. Jika ayat-ayat kitab suci ahlu kitab sesuai dengan Al Qur’an, berarti ia benar walaupun tetap saja kita tidak bisa memandangnya sebagai firman Allah. Sebaliknya, bila bertentangan dengan Al Qur’an berarti bathil, dan kita wajib menolak kebatilan tersebut.

PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN AYAT-AYAT

Ketahuilah, umat nashrani merasa bangga dengan dan yakin bahwa kitab sucinya (Bible), terutama Perjanjian Baru, berasal dari Tuhan. Para penulisnya, diyakini, selalu mendapat bimbingan dari Roh Kudus sehingga apa yang ditulisnya itu pasti benar. Ayat-ayatnya tidak akan mengalami penambahan, penyisipan ataupun pengurangan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia. Hal ini karena ada ayat bible yang menjamin kesuciannya, yaitu :

wahyu 22: 18-19

“aku kepada setiap yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini : “jika sesorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Tuhan akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jika seseorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka tuhan akan mengamil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini”

Ada dua poin yang ditekankan pada ayat ini; pertama, orang yang menambah perkataan pada ayat-ayat tuhan, pasti akan mendapat malapetaka; Kedua, orang yang mengurangi perkataan pada ayat-ayat tuhan, niscaya akan diambil dari pohon kehidupan dan dari kta kudus.

Kitab suci yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya ini, ternyata masih memberi peringatan. Akan tetapi, ancaman dan peringatan dalam wahyu 22:18-9 tersebut telah di abaikan dan tidak memiliki kekuatan lagi.

Dengan demikian, para penuli dan penerjemah maupun penerbit AlKitab tidak mau menghiraukan peringatannya. Mereka dengan leluasa menambah dan mengurangi kata-kata atau kalimat pada kitab suci mereka sendiri.

Ditandai sebagai:, ,

PENGURANGAN ATAU PENAMBAHAN 12 AYAT PADA INJIL MARKUS

Posted in Kristologi by aqse on Juli 21, 2008

Pada Alkitab edisi Indonesia, injil markus berakhir pada pasal 16 ayat 20. Begitu pula tafsir Alkitab Liberty Bible Commentary, karya tokoh Kristen radikal Amerika Serikat, Jerry Falwell, atau Alkitab versi lainnya, injil tersebut berakhir pada ayat yang sama.

Tetapi, The Holy Bible New International Version, di bawah pasal 16 ayat 8 terdapat garis tegas yang memisahkannya dari ayat berikutnya (16:9-20). Di bawah garis tersebut terdapat peringatan yang berbunyi :

“The two most reliable early manuscripts do not have mark 16:9-20.” (Dua manuskrip yang paling tua (maksudnya: codes sinaiticus dan codex vaticanus) tidak memiliki markus 16:9-20

[ New York International Bible Society, The Holy Bible New International Version, Zondervan Bible Publisher, Grand Rapids, Michigan USA 1981, halaman 780 ]

Jay E. Adams dalam The Christian Counselor’s New Testament, membuang habis 12 ayat tersebut. Setelah ayat 8, dia hanya memberi nomor 9-20 dengan tanda footnote 1 yang berbunyi :

“These verses are ommited by the better MSS. An altenative shorter ending is found in some” (ayat2 ini, maksudnya 16:9-20, tidak ada pada manuskrip-manuskrip teraik. Penutup lebih pendek seperti ini (hanya berakhir pada 16:8) bisa ditemukan pada beberapa versi lainnya.

Terjemahan dan tafsir Perjanjian Baru The five Gospels, The search for the authentic Words of jesus, yang di tulis oleh Robert W. Funk, Roy. W. Hoover dan The Jesus Seminar, sama sekali tidak memuat markus 16:9-20 dan tidak memberi komentar apa2.

Ditandai sebagai:, ,