Aqse On Wordpress

Pemujaan

Posted in Kristologi by aqse on Februari 8, 2009

01. AIDS dan HOMOSEKSUAL: Kitab suci Injil memberitahukan penyebab penyakit ini:

“Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, …

Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka (dalam sodomi dan lesbianisme).

Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan (laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan), sebab istri-istri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar.

Demikian juga dengan suami-suami, meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan istri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, … ” (Injil – Roma 1: 22-27) (lagi…)

Jeruk minum Jeruk

Posted in Kristologi by aqse on Juli 18, 2008

Mungkin di antara pembaca masih ada yang ingat dengan iklan sebuah minuman Vitamin C yang dibintangi oleh Joshua dengan jargonnya yang terkenal Jeruk Kok Minum Jeruk.

Jargon tersebut jenaka, mengena untuk menyampaikan bahwa minuman yang sedang diminum Joshua sama persis dengan memakan buah jeruk aslinya, baik dari kandungan vitamin dan kesegarannya.

Cerita bermula ketika Joshua yang sedang minum ‘minuman vitamin C’ tiba-tiba datang jeruk yang dimanusiakan, artinya jeruk tersebut telah dikreasikan mempunyai sifat seperti manusia, ingin minum seperti Joshua.

“Minta dong, !!!” kata jeruk kepada Joshua untuk meminta minuman Joshua.
“Jeruk kok minum jeruk ??” jawab Joshua secara retoris untuk menunjukkan ketidakpercayaannya ‘mana mungkin jeruk mempunyai keinginan untuk minum jeruk’.

Jargon ‘Jeruk minum jeruk’ ini sekarang telah diplesetkan oleh pelawak-pelawak untuk menggambarkan hubungan sejenis antara waria dengan waria, dimana, kalau pada iklan Joshua, jargon tersebut memanusiakan jeruk, tetapi pada kasus waria, jargon tersebut untuk menggambarkan mewanitakan laki-laki, yang akhirnya menimbulkan pertanyaan ketidakpercayaan ‘masa laki-laki berhubungan dengan laki-laki’.

Memanusiakan jeruk atau mewanitakan laki-laki, adalah menempatkan subyek tidak pada predikatnya atau fungsinya, implikasinya adalah kelucuan, keanehan, ketidakwajaran, kerancuan dan kemustahilan.
Allah SWT berfirman dalam QS. 5:72
“..kafirlah orang yang mengatakan : Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”

Memberikan predikat Tuhan kepada nabi Isa as, disamping akan menjadikan kekafiran juga akan menimbulkan implikasi yaitu kerancuan, keanehan, ketidakwajaran dan kemustahilan keyakinan. Kita akan mengetahui jargon jeruk minum jeruk ternyata sangat tepat diterapkan kepada kesalahan memberikan predikat Tuhan kepada nabi Isa as. Mari kita kaji implikasinya.

SEKILAS TENTANG KETUHANAN YESUS

Menurut dogma dalam agama Kristen, Tuhan yang ada di langit berfirman, kemudian firman itu menjelma menjadi seorang manusia yang bernama Yesus :

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Injil Yohanes 1-1

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Injil Yohanes : 1:14

Menurut ayat tersebut, Tuhan yang ada di langit berfirman, dan firman itu adalah Tuhan, kemudian firman itu menjelma menjadi manusia, jadi ketika Tuhan telah menjelma menjadi manusia, maka tidak ada lagi Tuhan yang lain selain Yesus atau dengan kata lain tidak ada lagi Tuhan yang ada di langit, karena Tuhan telah tinggal di Bumi dengan rupa Yesus.

Bila ada yang meyakini bahwa masih ada Tuhan yang di langit sementara dalam waktu yang bersamaan meyakini Yesus sebagai Tuhan yang ada di Bumi, berarti keyakinan tersebut sama dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak Esa atau le-bih dari satu.

Memang beragam pemahaman umat Kristen tentang dogma Trinitas tersebut, hal ini tidak bisa dihindari karena ketuhanan Yesus adalah dogma yang dipaksakan. Dalam diskusi saya dengan orang-orang Kristen, dikatakan bahwa bila saya tidak paham dan tidak bisa menerima teologi Trinitas, semata-mata karena saya tidak mendapat bimbingan Roh Kudus.

Padahal, banyak sekali umat Kristen yang bingung dengan teologi Trinitas, apakah mereka juga tidak mendapat bimbingan Roh Kudus ?? Sekarang mari kita uji seilmiah mungkin, tentang teologi ketuhanan Yesus yang menyatakan bahwa Tuhan telah menjelma menjadi Yesus, tentu saja tidak ada lagi Tuhan selain Yesus, karena ayatnya menyatakan menjelma bukan membelah diri.

TUHAN BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Suatu ketika Yesus melihat seorang wanita menangis karena saudaranya laki-laki telah meninggal dunia, wanita tersebut memohon kepada Yesus agar menghidupkan kembali saudaranya. Maka masygullah hati Yesus untuk menolong wanita tersebut, Yesuspun berhasil menghidupkan kembali saudara laki-laki wanita tersebut lalu Yesuspun bersyukur kepada Tuhan :

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Yohanes 11:41

Dalam ayat tersebut sangat nyata disebutkan, Yesus bersyukur kepada Tuhan Bapa, padahal Yesus sendiri diyakini sebagai Tuhan, adalah aneh dan rancu, Tuhan bersyukur?, artinya Tuhan bersyu-kur kepada Tuhan. Banyak sekali pertanyaan yang timbul, salah satunya kepada Tuhan yang mana Yesus bersyukur, bukankah Tuhan telah menjelma menjadi diri Yesus? Apakah Yesus bersyukur kepada dirinya sendiri, tentu saja tidak, karena sikap tersebut merupakan sikap yang tidak masuk akal, seperti pertanyaan retorika Yoshua :

‘Jeruk kok minum Jeruk’.

Sikap Yesus menengadah ke atas bukanlah sikap kosong, artinya memang ada yang dituju yaitu Tuhan yang ada di langit, kalau meyakini Yesus sebagai Tuhan, tidak bisa tidak, harus meyakini Tuhan itu tidak Esa alias lebih dari satu. Yaitu Tuhan yang menerima rasa Syukur Yesus dan Tuhan yang satunya lagi yaitu Yesus sendiri. Pemahaman ini bertentangan dengan ayat :

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah Firman itu telah menjadi manusia Ibid no.3

Ayat yang bergaris bawah menunjukkan bahwa Tuhan telah berubah menjadi Yesus , ayat sama sekali tidak menunjukkan Tuhan memperbanyak diri menjadi dua seperti sel yang membelah diri untuk berkembang biak. Tentu saja tetap harus dijawab, Yesus berdo’a kepada Tuhan yang mana kalau Yesus masih diyakini sebagai Tuhan ?

TUHAN BERDOA KEPADA TUHAN

Di dalam Alkitab banyak ayat yang mengisahkan Yesus berdo’a kepada Tuhan :

Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lukas 22:43-44

Dalam ayat tersebut, Yesus berdo’a kepada Tuhan, sangat nyata ada obyek yang dimintai Yesus yaitu Tuhan, dan nyata pula Yesus sangat bergantung kepada Tuhan, Tuhan yang mana lagi ?? Bukankah telah disebutkan dalam yohanes 1:1 dan Yohanes 1:14 Tuhan telah menjelma menjadi Yesus, mungkinkah Yesus berdo’a kepada dirinya sendiri, jelas mustahil yang sama mustahilnya dengan ungkapan :

‘Jeruk minum Jeruk’

Kecuali bila diyakini ada Tuhan selain Yesus, artinya sebelum Tuhan menjelma menjadi Yesus memang telah ada Tuhan yang lainnya. Berikut ini argumentasi teologi tersebut :

Fase 1: Tuhan A dan Tuhan B
Fase 2: Tuhan A menjelma menjadi Yesus
Fase 3: Tuhan Yesus dan Tuhan B

Berdasarkan teologi ini, bila Yesus dikatakan berdo’a ataupun bersyukur itu berarti Tuhan yang dituju Yesus adalah Tuhan B, tetapi teologi ini juga sangat batil, karena bertentangan dengan ayat-ayat berikut ini :

Bahwa TUHANlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. Ulangan 4:35

Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhan-lah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. Ulangan 4:35

“Kamu inilah saksi-saksiKu,” demikianlah firman Tuhan, “dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Yesaya 43:10-11

Lalu apa maksud Yesus berdo’a memohon kepada Tuhan? Bila dijawab Tuhan berdo’a kepada Tuhan yang lain pasti salah, bila dijawab Yesus berdo’a kepada dirinya sendiri juga salah. Jawaban macam apapun akan berbenturan dengan Alkitab dan rasionalitas manusia, selama tetap menuhankan Yesus.

TUHAN DIPERINTAH TUHAN

Ada sebuah ayat yang berbunyi :

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yohanes 17:13

Dalam ayat tersebut Yesus mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa untuk mencapai hidup yang kekal (bahagia) mereka harus mengenal Tuhan secara benar dan mengenal Yesus sebagai utusan Tuhan .

Ayat tersebut sangat selaras ketika meyakini bahwa Yesus hanyalah seorang manusia utusan Allah SWT, bukan jelmaan Allah SWT. Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah jelmaan Allah SWT dan Yesus juga tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan. Tidak ada satu ayatpun yang menyatakan Yesus mengaku sebagai Tuhan.

Ayat tersebut di atas akan berantakan maknanya, bila memaksakan keyakinan Yesus sebagai Tuhan, salah satu kejanggalannya adalah kalimat terakhir yang menyatakan : ‘dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau Utus,’. Lalu Tuhan yang mana lagi Tuhan yang mengutus Tuhan Yesus?

Bukankah teologi yang menyatakan Yesus sebagai jelmaan Tuhan berarti harus meyakini bahwa tiada Tuhan lagi selain Tuhan Yesus. Kalau demikian adanya mau tidak mau keyakinan ini harus membunuh akal sehat kemudian harus menerima saja ketika dikatakan Tuhan diperintah Tuhan.

Dan masih banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang mengisahkan hubungan Yesus dengan Tuhan adalah hubungan antara seorang utusan dengan Tuhan-Nya yang mengutus. Sehingga kalau kita yakini Yesus sebagai Tuhan akan menimbulkan pertanyaan ‘Kok Jeruk Minum Jeruk’. ( al-islahonline.com )
Semoga uraian kali ini, dapat memperkuat akidah keimanan kita. Amin.

Ditandai sebagai:

Tidak ada unsur tuhan dalam yesus !

Posted in Kristologi by aqse on Juli 18, 2008

Trinitas tuhan itu 3 (tiga). Ada yang menafsirkan tuhan itu tiga tapi dalam satu oknum. Jadi Anak Tuhan (Yesus), Tuhan Bapa, Roh kudus adalah tiga nama dalam satu oknum Yesus.

Menurut Islam tidak ada unsur ketuhanan dalam Yesus. Allah adalah oknum / zat terpisah dari fisik Yesus.

Bukti Allah adalah zat terpisah?

Dalam Injil waktu disalib Yesus memanggil-manggil “eli-eli lama sabakhtani .. “Tuhan tuhan jangan tinggalkan aku”.

Jadi Tuhan Allah adalah oknum terpisah dari tubuh Yesus yang manusia.

Juga pada ayat lainnya menunjukkan bahwa Tuhan Allah adalah unsur terpisah diluar diri Yesus.

Lalu yesus menengadah keatas (langit) dan berdoa “Bapa, Aku mengucap sukur kepadamu karena engkau telah mendengarkan Aku,…. Engkaulah yang mengutus Aku. (Yohanes 11:41:42).

Pada waktu itu datanglah Yesus dan Nazaret di Tanah Galilea dan ia dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes. Pada Saat Ia keluar dari air, ia melihat langit terbuka dan Roh seperi burung merpati turun ke atas Nya. lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anakku yang kukasihi kepadamulah aku berkenan.”(Markus 1: 9-11).

***

Menurut Injil Yesus pun sebagai manusia bukan kelas 1 tapi manusia kelas 2, bukan manusia pilihan.

Bukti yesus bukan manusia pilihan

Yesus merasa lapar. Dari jauh melihat pohon Ara yang berdaun, Yesus mendekatinya barangkali saja ia menemukan buahnya, tapi ia tidak menemukan buahnya hanya daunnya saja lha wong bukan musim Pohon Ara berbuah. Maka kata Yesus (marah)”jangan lagi seorang pun makan buahmu!” (Matius 11:12-14).

Suatu ketika ketika yesus melewati pohon Ara itu lagi Pohon itu sudah kering sampai keakarnya…. Petrus nyelutuk “Rabi, lihatlah Pohon yang kaukutuk sudah kering” (Matius 11:20-21)

Perlu dicatat :
pertama
– Yesus mendatangi pohon ara yang tidak berbuah karena bukan musimnya.

Yesus tidak memahami ilmu botani ilmu pertanian yang sederhana tentang kapan pohon berbuah. Padahal kapan pohon berbuah petani yang tidak sekolah SD pun tahu.

Masa sih Yesus kalah sama pengetahuan petani yang tidak lulus SD yang bukan Anak Tuhan.

Jadi dapat disimpulkan Yesus bodoh.

Kedua,

Yesus mendoakan supaya pohon itu bernasib jelek. padahal pohon itu tidak bersalah. Akhlak yesus tidak mulia, pohon yang tidak bersalah ia kutuk hingga mati kering.

Dapat disimpulkan Yesus berakhlak rendah.

Ini adalah bukti bahwa jangankan unsur Tuhan lha wong unsur manusia pada Yesus (menurut Al Kitab) adalah bukan kelas satu bukan manusia pilihan.

Disebutkan juga bahwa Yesus peminum anggur (arak).

“Yohanes Pembaptis tidak makan roti dan tidak minum anggur (arak) tapi anak manusia (Yesus) makan (roti) dan minum (anggur), dan kamu berkata lihatlah Yesus seorang pelahap (makannya rakus) dan peminum sahabat pemungut cukai dan orang berdosa (Lukas 7:34).”

Jadi maksud kata Aku dan Bapa satu atau Bapa dalam aku harus diartikan aku (manusia) dan bapa (tuhan) adalah satu tujuan yaitu menegakan kebenaran dimuka bumi.

Sekiranya Oknum Tuhan menyatu dalam diri Yesus, maka ketika Yesus mati pada jam 3 (tiga) sore berarti saat itu didunia tidak ada Tuhan.

Ini kan tidak bisa diterima secara logis bahwa Tuhan pernah mati, meskipun mati sementara.

Yesus sekarat dan matilah Yesus (Markus 15:37).

Mereka sampai kepada yesus dan melihat yesus sudah mati (Yohanes 19:33).

Yesus sendiri tidak pernah menganjurkan memanggilnya dengan julukan Tuhan.

“Bukan setiap orang yang memanggilku Tuhan Tuhan akan masuk kedalam surga melainkan dia yang melakukan kehendak Bapakku di Surga (Hukum Allah dalam Taurat). (Matius 7:21).

+++

Bagaimana kalau Tuhan itu Tiga tapi terpisah?

Maksud Anda Tiga oknum Tiga Tuhan yang terpisah seperti di bawah:

Trinitas dari India : Brahma-Syiwa-Wisnu
Trinitas dari Mesir : Iziris-Auzuris-Huris
Trinitas dari Yunani : Zeus-Poseidon-Pedos
Trinitas dari Romawi : Jupiter-Neptune-Pluton

Itu adalah tidak bisa karena Yesus pernah bilang Tuhan itu Satu bukan Tiga.

Hukum yang utama adalah Tuhan Allah itu Satu (Markus 12:28-33)

+++

Quran Tentang Trinitas dan Anak Tuhan
Sesungguhnya kafir lah orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu oknum dari yang tiga. Padahal Allah hanya Satu! (Quran Maidah : 73)

Dan mereka berkata “Allah punya Anak” sesungguhnya kamu yang berkata demikian telah mendatangkan sesuatu hal yang sangat ngawur, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu dan bumi terbelah dan gunung-gunung runtuh karena (mereka) telah menuduh Allah punya Anak, adalah hal aneh kan bahwa Allah punya anak” (Quran Surat Bunda Maria : 90).

Orang-orang yahudi berkata “Uzair (Ezra) itu anak allah dan orang nasrani berkata “almasih (kristus) anak allah” demikian ucapan mereka meniru omongan orang-orang kafir sebelumnya. Allah pasti mebinasakannya, bagaimana mereka dapat berpaling?. (Quran surat Taubah :30)

*******

Ditandai sebagai:,